Senin, 12 Maret 2012
Selasa, 31 Januari 2012
Tuhan Tau Apa Yang Kau Butuhkan
Adakalanya hidup tak seperti yang kita harapkan,Di satu sisi
kita sering berharap kebahagiaan senantiasa muncul menemani setiap hari hari
kita,Setidaknya berharap derayan air mata berhenti di balik sendunya tatapan
kosong...
Sementara di sisi lain ada banyak permasalahan yang muncul
dan menghimpit hati dan perasaan kita yang terkadang membuat kita merasa tidak ada
jalan terbuka dan tidak ada lagi waktu untuk merubah itu.apkah dengan hanya
berdiam masalah akan terselesaikan?apakah dengan semua kelemahan yang kita
tonjolkan membuat semua persoalan akan terjawab?
Jawabannya tentu tidak bukan?Berhentilah untuk tidak
menyerah dalam hal apapun,berusahalah senantiasa untuk tegar dan tetap berdiri
teguh.Tuhan adalah jawaban dari segala persoalan kita..berusahalah untuk
senantiasa berhubungan denganNya.karena setiap detik setiap saat dan setiap
waktu tatapanNya tak pernah lepas dari kita.Dia mengerti apa yang kita butuhkan..dan
Dia akan merasa sangat sedih jika kita tidak mengandalkanNya dalam setiap
pergumulan kita….
Pernahkah terfikir oleh kita kenapa Dia rela mati di kayu
salib?pernahkah kita menyadari begitu berharganya kita di mataNya?itu semua Dia
lakukan agar kita terlepas dari maut.itu Dia lakukan karena KasihNya yang
begitu besar untuk kita..alangkah ironisnya kalau kita tidak pernah menyadari
akan hal itu….
Untuk itu jangan pernah menyia-nyiakan pengorbanaNya yang
begitu besar dengan melakukan hal-hal yang tidak di sukai olehNya..berhentilah
merasa kalau kita tidak berharga di mata orang lain karena kita tau kita lebih
berharga di mata Tuhan…dunia boleh menyia-nyiakan kita,dunia boleh tidak
memperdulikan kita tapi yakinlah Dia perduli…Dia selalu berada di dekat kita…
Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga,
Tapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada
Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur…
(FILIPI 4 : 6)
anna
Sabtu, 25 Juni 2011
Namamu Terukir Di Hati Dan Perasaanku

Sepenggal kerinduan sering kali menyeruak dalam perasaan tak menentu,
bergulir bagaikan ombak,bersinar bagaikan sang mentari pagi..
terbakar oleh asa yang makin memuncak menggerogoti sanubari yang tak berdaya...
tertoreh kisah indah yang kian lama bersemi menjadi satu kekuatan yang tak tergoyahkan..
Disini aku menunggu dan terus menunggu,
berharap sang rembulan menjemput dan membawaku lari dengan berselimut kabut malam,
terbang diantara cakrawala nun jauh disana,
senyum sang bintang menemaniku berjumpa denganmu...
Detak jantungku begitu bergelora setiap kali sang biduan menyanyikan lagu tentangmu,
berayun-ayun bermain dalam fikiran dan perasaanku,
berharap sekiranya dekapmu membelai seluruh jiwa ragaku...
tertunduk lunglai ketika seketika buayan itu lenyap di sapu mega kelabu,..
Adakah kiranya dirimu nun jauh disana memikirkanku wahai kekasihku...
bilakah engkau merangkulku dengan kecupan hangatmu...
tidakkah engkau tau jika jiwaku begitu gundah lara setiap mengingatmu...
Hanya semilir angin yang berhembus mencoba mengusik kenangku akanmu,
tapi itu hanya akan sia-sia belaka jika namamu sudah terukir indah di hati dan perasaanku....
anna
Rabu, 15 Desember 2010
Selamat Jalan Opung
Pagi itu tidak seperti biasanya aku masak sarapan pagi.
cah kangkung terasi kesukaanku telah siap untuk di santap..
sepertinya pagi itu pengen sekali aku menikmati segelas susu hangat..
akhirnya aku memasak sedikit air untuk susu yang akan aku minum...
Entah kenapa sehabis menyalakan kompor aku langsung bergegas ke kamar dan meraih handuk lalu masuk ke kamar mandi.
dengan santainya aku mandi sambil mencuci rambutku.
tanpa mengigat sedikitmu air yang aku masak..
Setelah selesai mandi aku langsung masuk ke kamar dan mulai merias diri..
maklumlah wanita..selalu pengen terlihat cantik setiap saat.
tiba-tiba dengan tidak sengaja aku menyenggol guci aroma terapiku yang ada di meja rias.
guci itu pecah berantakan..
aku bingung,kok bisa?
padahal aku selalu berhati-hati dengan barang kesayanganku..apalagi guci itu..
perasaanku langsung tidak enak...ada apa ini?keluhku dalam hati....
Aku kembali menyapu bedak di wajahku..berharap tidak terjadi apa-apa.
aku merasakan perutku sedikit perih,dan pengen minum susu..
aku kaget dan teringat air yang aku masak tadi..
aku langsung buru-buru ke dapur.
ternyata air yang aku masak tadi sudah kering dan tempat masakan airku sudah hampir terbelah dua menahan panasnya bara api...
Cepat-cepat aku padamkan kompor takut kalau-kalau terjadi kebakaran.
karena gagang kayu masakan airku sudah patah dan mengeluarkan api..
yaTuhan,untung saja aku ingat....kalau enggak......
aku kembali ke kamar dan perasaanku mulai resah..
ada apa hari ini Tuhan?kok aneh banget...?
Aku takut kalau-kalau ada hal buruk yang bakal terjadi..
aku lalu menelpon orang tua dan abang,memastikan kalau mereka baik-baik saja.
mereka bilang mereka baik baik saja..syukurlah...
akhirnya aku berangkat ke kantor dengan perasaan yang mulai agak tenang.
Tapi malamnya aku bermimpi sedih..
dalam mimpiku sepertinya ada milikku yang di rampas.
aku menangis segugukan...sampai-sampai aku terbangun tetap dalam posisi sedang menangis dan air mataku berderai deras.....
Ternyata kejadian janggal dan mimpi itu semua sebuah pertanda buatku..
3 hari setelah itu tepatnya sekitar jam 2 siang aku menerima kabar buruk.
opung kesayanganku telah pergi meninggalkan kami semua..
aku sontak kaget dan tidak dapat menahan pilu yang mendalam.....
Dia tidak sempat memenuhi janjinya untuk melihatku menikah tahun depan...
ternyata Tuhan sudah mengambilnya dariku....
tapi aku tetap bersyukur karena dia sudah tenang di alam sana.
aku yakin itu semua udah menjadi rencanaNya...
Selamat jalan opung...
aku akan sangat merindukanmu..
aku akan sangat merindukan rokok daun yang selalu aku hisap ketika aku berkunjung kerumahmu..
aku akan sangat rindu setiap kali opung makan roti ganda dengan lahapnya..
dan rindu ketika melihatmu tersenyum gembira setiap kali kami membawakan kopi gingseng kesukaanmu...
ternyata pelukan bulan july lalu adalah pelukan terakhir untukku..
titip rindu buat mama di sana ya opung....^_^
anna
air yang ku mas
Sabtu, 04 September 2010
Mengapa

Bergetar hati menahan kerinduan yang kian menyesakkan dada..
tak terdaya menahan gejolak di hati..
bak gelombang air pasang yang siap menghempaskan apa saja yang dilaluinya.
sungguh satu rasa yang begitu menyiksa fikiran dan perasaanku..
Sungguh aku merana di buatnya...
seperti sang merpati terkungkung dalam sangkar emas,
begitulah perasaanku saat ini....
Wahai bintang di langit,
mampukah dirimu membuyarkan lamunanku tentangnya?
mampukah sang bulan membawaku terbang tinggi hingga hati ini tidak merindunya?
Hanya diam yang ku dapat..
tanpa satupun mampu menjawab gejolak rasa ini..
rasa yang kian hari kian mebuatku hanyut dalam irama asmara cinta.
sungguh mebuatku tak berdaya..
Aku menatap langit biru berhiaskan taburan bintang..
mencoba membuyarkan lamuanku tentangnya..
tapi tetap diam yang ku dapat..
alunan merdu sang pianis pun tak mampu mengusir perasaanku terhadapnya saat ini...
Oh kekasih,
mengapa dirimu begitu selalu melekat dalam diriku...?
mengapa bayangmu selalu memelukku?
mengapa aku selalu memikirkanmu?
mengapa dan mengapa kasih????
anna
Langganan:
Entri (Atom)



